Pertempuran TRIBUNNEWS.COM-Vivitra Wallada TS AM Kep di Surabaya berakhir.Para perawat yang lahir empat hari lalu meninggal setelah terinfeksi Covid-19. PPNI di Jawa Timur secara khusus menargetkan perawat yang meninggal pada Covid-19.

Profesor Nursalam MNurs, ketua PPN PPW di Jawa Timur, membenarkan kematian Vivitra Wallada TS Amd Kep, yang terpapar Covid-19 selama kehamilan.

Dia berkata: “.. 06/24/2020) jam 3:55 ..- Profesor keperawatan di Universitas Airlanga menjelaskan bahwa bayi Vivitra dilahirkan melalui operasi pada 20 Juni 2020 Rs 2,5 crore perawatan istimewa untuk dokter, perawat: Rs 150 crore, driver ambulans: Rs 100 crore

Baca: Ada dokter dan orang tua serta mertua yang jatuh karena korona, Junior Liem terkejut dan menulis ini

: KPU: Penyalahgunaan wewenang terkait dengan Covid meninggal dalam pemilihan lokal pada tanggal 19 Mei

“NICU RSAL merawat seorang bayi yang masih hidup. Bayi itu juga memiliki reaksi positif terhadap Covid-19. Dia berkata: “Vivitra meninggal di Rumah Sakit Gotong Royong di Surabaya. Ada delapan korban Covid-19 di PPNI. Dia menunjukkan di Covid. Dia menyimpulkan, Tingkat perawatan sekitar 30%.

Perawat Rumah Sakit Kerajaan meninggal bersama bayi

Ari Puspitasari, perawat Rumah Sakit Kerajaan Surabaya, meninggal karena virus coronavirus covid-19 untuk pertama kalinya.