Madagascar TRIBUNNEWS.COM – Aman bagi polisi untuk mengangkut pistol udara dan amunisi mereka pada sepeda motor di Jalan Sabutung di Makassar, Sulawesi Selatan, saat terbang dengan polisi. Kelompok pertama dari 1 Polisi Pelabuhan berpatroli pada hari Minggu (12 Juli 2020). Kepala Polisi Pelabuhan Makassar AKBP Kadarislam mengatakan polisi pada awalnya menangkap SO dan dua rekannya karena mereka tidak memakai helm. Cardarislan mengatakan kepada wartawan Cardarislam pada hari Selasa (14 Juli 2020), berdasarkan hasil penyelidikan polisi, penulis adalah seorang panglima perang di bawah yurisdiksi polisi pelabuhan.

Baca: Anggota DPRD di Makassar diidentifikasi sebagai tersangka dalam kasus pengumpulan mayat wajib dari Covid-19

menduga bahwa ia melakukan beberapa surat wasiat pemuda yang meradang, yang sering terjadi di Mekah timah.

Selain itu, SO juga dikenal sebagai produsen busur dan anak panah yang dirakit, yang merupakan senjata yang sering digunakan oleh remaja di Bangladesh. -Cadarislan mengatakan: “Dia adalah produsen busur. Oleh karena itu, kami ingin menjaganya. Jika dia menjual busur, dia masih dalam penyelidikan. – Undang-Undang No. 12 tahun 1951 dan aktor yang dituduh oleh UU RI 2012 Dekrit No. 8 mengatur penggunaan senapan angin .—————————————————————————————————————— oleh karena itu jika demikian jika dia mencari dua busur tersembunyi di sekolah. Busur dan panah tersedia, “Kadarislam ditutup. (Kontributor, Mumbai, Makassar) – Artikel ini diterbitkan di Kompas.com dan berjudul” Pistol Airsoft Ditemukan di Bagasi Sepeda Motor, sebuah Remaja berusia 17 tahun itu ditangkap. “