TRIBUNNEWS.COM, tim Remob dari Kelompok Pejuang Kriminal dari Tim Investigasi Kriminal Watang Savito-Pinrang Interpol memastikan apa yang disebut sebagai pengacau. Penulis menyebarkan informasi yang tidak pasti, berlebihan dan tidak lengkap, yang dapat menyebabkan kerugian dan menghasut masyarakat untuk melakukan kejahatan.

Beberapa penulis yang dipilih adalah AR (25), AF (25), AA (21) dan AL (22).

Informasi yang dihimpun TribunPinrang.com, Senin (5/11/2020), pengungkapannya didasarkan pada hasil survei tim yang menyelidiki keberadaan banyak grafiti PTFE di beberapa lokasi. — Baca corat-coret berbagai kalimat. Di antara mereka: tidak percaya pada pemerintah, agama hilang karena mahkota dan pemerintah, krisis telah dijarah, pembunuhan, modal, kebahagiaan kerja, dan pembunuhan ***.

Yang paling penting adalah bahwa hampir semua grafiti tetap dengan simbol A di dalam lingkaran sama dengan anarcho.

“Situs-situs penghancuran polusi telah dilakukan di banyak tempat umum, seperti Pasar Pusat, jembatan, toko, mini market, gerbang kota, dll.” Kata Kasatreskrim Polisi Pinrang AKP Dharma Nagara. -Berdasarkan hasil informasi ini, tim peneliti segera menyelidiki para pelaku dan mengumpulkan beberapa bukti yang tersedia.

Seperti adegan kecemasan dari TKP CCTV.

Baca: Ricky Harun Jangan Percaya Ketika istri virus Aisyah Rasulullah menyebarkan virus, putri Aisha lahir