TRIBUNNEWS.COM – Pemerintah mengumumkan pada hari Rabu (3 November 2020) bahwa kematian orang asing yang mengenakan mahkota (Covid-19) di rumah sakit Sanglah mengejutkan warga Bali.

Karena sebelum itu, pemerintah mengumumkan jumlah total kasus korona positif di Indonesia, tetapi tidak menyebutkan lokasi perawatan pasien korona positif.

Sampai Rabu (3 November 2020), Dewa Made Indra, sekretaris daerah Provinsi Bali (Sekda) menjelaskan kepada tim media, masyarakat di Bali tidak tahu bahwa “pasien Covid -19 tahun meninggal di Bali Rumah Sakit Sanglah .

Di Istana Kepresidenan di Jakarta kemarin, Achmad Yurianto, juru bicara pemerintah yang memanipulasi virus korona, mengatakan pasien telah dimasukkan dalam kasus ke-25 dan telah dimasukkan dalam kasus impor. Kasus ini mungkin telah terinfeksi dari Indonesia Virus di luar negeri .

Setelah kematian kasus korona positif diumumkan, publik Bali kembali bertanya tentang kegiatan pasien di Bali .— Kita tahu bahwa orang asing Inggris akibat epidemi Corona pada 29 Februari 2020 Memasuki Bali bersama suami dan empat anaknya dan meninggal dunia. — Riwayat penyakit pasien termasuk diabetes, tekanan darah tinggi, hipertiroidisme, dan penyakit paru-paru. – 3 tahun berikutnya pada bulan Maret 2020, pasien mulai Demam dan menerima perawatan di rumah sakit swasta di Padang.

Karena munculnya gejala yang mencurigakan mirip dengan korona, pasien dibawa ke Rumah Sakit Sanglah di Denpasar pada 9 Maret 2020. Ruang isolasi mematuhi prosedur untuk menangani pasien.- — Pelajari lebih lanjut >>>