Warga Jalan Pedamaran Timur, TRIBUNNEWS.COM, KAYUAGUNG-Zn (22), Kabupaten Ogan Komering Ilir (OIC), diduga melakukan pelecehan terhadap seseorang dan akhirnya meninggal. Para korban di timur ditikam sampai mati oleh orang-orang muda. — Kepala Polisi OKI AKBP Alamsyah Palupessy, didampingi oleh Kepala Bagian Hubungan Masyarakat AKP, Iryansyah, membenarkan bahwa ada kasus penganiayaan di daerah Pedamaran Timur.

“Ya, penganiayaan (kilat) terjadi pada poros jalan raya desa Pancawarna di Kabupaten Pedamaran Timur sekitar pukul 3:30 sore Selasa lalu, katanya dalam konfirmasi, Rabu (25 Maret 2020) ) .

Dia menjelaskan bahwa kecelakaan itu adalah bahwa korban mengendarai sepeda motor sendirian, dan kemudian menghentikan pelaku .

“Penyerang segera menyerang bernyanyi dengan senjata pedang sampai leher korban Dan cedera punggung dan jatuh 2 jari rs di tangan kanan dan 1 jari di tangan kiri.

Baca: BMKG: Peringatan besok dan besok, Kamis, 26 Maret 2020, cuaca ekstrem di banyak bagian Waspaca

Baca: Disarankan agar pemerintah membayar upeti kepada dokter yang berhenti menangani Covid-19

Baca: Nenek Rubiyem mengungkapkan kesulitan menjual kopi ketika virus korona terinfeksi Rumah Sakit Regional Kayungong, tetapi di jalan, korban meninggal.

Setelah menerima laporan tentang kejadian itu, polisi dari Pedamaran Timur langsung pergi ke agresor dan segera menangkapnya. “Kemarin pukul 4.30 sore Seorang anggota kantor polisi patroli di Indonesia barat kemudian menerima berita tentang serangan di desa Pancawarna dari masyarakat. Dia menyimpulkan: “(1) Korban memiliki bukti arang di celananya dan perlu penyelidikan lebih lanjut …” Dia menyimpulkan: “Kami sedang melakukan inspeksi lebih lanjut dan terus mengeksplorasi motivasi penulis untuk membunuh korban.” – Judul artikel di sripoku.com adalah “Pedamaran Timur OKI’s Man” menikam seseorang Motif leher masih misterius sampai mati.