TRIBUNNEWS.COM, Tulugon-Jumat (20 Maret 2020) pagi, anggota unit kejahatan polisi Kalidawir mengungkap transaksi kematian lumba-lumba di Pantai Sine di desa Kalibatur di distrik Kalidavi.

Polisi juga menangkap Sunar (mati) 49), seorang nelayan setempat diduga telah menangkap sembilan lumba-lumba.

Penangkapan Sunar dimulai dengan anggota departemen investigasi kriminal dari departemen kepolisian Kalidawir yang berpatroli, yang menerima informasi tentang penangkapan hidung panjang. Mamalia laut yang dikenal oleh nelayan setempat atas nama celengan ini disimpan di gudang desa nelayan setempat.

Baca: DPRD menunda pemilihan umum wakil gubernur Pemerintah Rakyat Nasional

– Corona Mewabah Virus

Baca: Raffi Ahmad Pamer memiliki 15 apartemen , Andre Taulany tidak ingin kehilangan: Saya akan membayar langsung besok

Baca: Selama resesi, kisah Johan Budi mengunjungi pemilihan daerah: masalah Corona Tidak ada kepanikan di daerah — Baca: Berita: Anies Baswedan menetapkan Jakarta sebagai respons darurat terhadap bencana Covid-19

“Menurut temuan penyelidikan, polisi kemudian memperdalam dan mengkonfirmasi keberadaan lumba-lumba,” Departemen Kepolisian Tunlong Gonggon Direktur AKBP mengatakan bahwa Eva Guna Pandia berangkat dari Paur Humas di Ipda Anwari pada Jumat malam.

Polisi kemudian menyerang gudang lumba-lumba dan menemukan bahwa mamalia malangnya telah meninggal dan menyimpannya dengan es.

Hewan laut yang diketahui memiliki informasi tersebut sedang ditebang.

Polisi kemudian menangkap Sunar dan menyita bukti 9 lumba-lumba.

“Kami sedang menyelidiki masalah ini lebih lanjut. Pembangunan akan segera diumumkan.” Sunar diduga melanggar UU No. 5 tahun 1990 tentang perlindungan sumber daya alam dan ekosistem biologis. (David Yohanes) -Artikel ini diposting di surya.co.id, berjudul Nelayan Pantai Sine Tulungagung, ditangkap atas dugaan pertukaran daging lumba-lumba