Reporter Tribune Jambi, laporan Samsul Bahri-TRIBUNNEWS.COM, tim Kepolisian Kuala Lumpur-Thanjabbar mengungkap tuduhan penipuan keuangan pada hari Rabu (7 Januari 2020). Orang yang berhasil diamankan oleh Tim Petir Polisi Tanjabbar.

Mata uang palsu yang berhasil diperoleh oleh Tim Petir Polisi Tanjabbar adalah Rs 2,453 miliar.

Mata uang 1,4 juta rupee dan 100.000 uang kertas palsu didistribusikan oleh penulis. Dikenal sesuai dengan pernyataan penulis. Kepala polisi Tanjabbar AKBP Guntur Saputro mengungkapkan hal ini ketika ia dibebaskan pada Rabu (7/1/2020) malam.

Baca: Seorang wanita di Malang membeli 5 gram emas dengan uang palsu untuk menghasilkan uang di Pamekasan

Baca: Tingkatkan kontribusi dampak, ada 2,31 juta peserta selama kelas, ini adalah komitmen kesehatan BPJS– –Baca: Kronologis para pedagang dolar palsu ditangkap di Kuningan Jawa Barat.Kepala polisi mengatakan bahwa mata uang palsu yang diedarkan oleh penggugat masih beredar di daerah Thanjabar.

Selama periode waktu ini, penulis menggunakan koin-koin palsu ini untuk kegiatan lara.

“Jadi, uang yang dibagikan sekitar 1,4 juta rupee. Ini sudah Rp 200 telah digunakan untuk membayar layanan pijat hotel.” Kemudian, jika saya ingat dengan benar, itu digunakan untuk karaoke, yang Beberapa telah digunakan untuk transaksi (berbelanja) dengan masyarakat, “katanya. -Pada saat yang sama, mengenai pencetakan uang kertas palsu, kepala polisi mengatakan bahwa partainya sudah termasuk identitas pelaku. Namun, saat ini, timnya masih Mencari penulis. “” Orang yang mencurigai kita adalah pencetak selalu mencari lokasinya, “pungkasnya. (Samsul)

Artikel ini dipublikasikan di Tribunjambi.com, dengan judul “4 pedagang mata uang palsu ditangkap, 1,4 juta rupee telah diedarkan di Kuala Tongar, dan miliaran dolar telah disita.”