Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Banjir bandang di Kabupaten Guborango, Negara Bagian Gorontalo, memaksa setidaknya 400 orang untuk mengungsi ke empat lokasi pengungsi.

Menurut laporan “Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Pulau Bolango” (BPBD) “, Minggu (14/6/2020) pukul 21.20 di Indonesia bagian barat, selain penduduk yang dipindahkan, ada 2608 keluarga atau 9301 orang terkena dampak dan 3 orang dilaporkan terluka.

Menurut laporan sebelumnya, lereng sungai taluda yang ganas menyebabkan banjir bandang yang hebat setelah badai hujan. Pada Kamis (11 Juni 2020) produksi produk pertanian berlanjut di daerah Bone Bolango.

Untuk beberapa daerah yang terkena dampak, terutama Desa Boludawa, Desa Timur Tingkohubu, Desa Tingkohubu, Desa Tinelo, Desa Bubeya di Distrik Suwawa. — Kemudian adalah desa-desa di bagian selatan Distrik Li Bungo Suwawa, Desa Pancuran, Desa Molintogupo dan Desa Bonda Raya.

Desa Tanah Putih, desa Luwoho, desa Timbuoo, desa Timbuolo Tengah, desa Timbuolo Timur, desa Timbuolo Barat di Botupingge di kabupaten tersebut.

Baca: Berita Penangkapan 37 pekerja pabrik di Tangerang tidak benar Ya, ini adalah fakta nyata – di samping itu, di desa-desa Kecamatan Padengo, Oluhuta, Tumbihe, Pauwo, Tanggilingo dan Dutohe Barat, Kabila dan Suwawa Tengah dan Beberapa desa di jalan timur Suwawa.

Menurut laporan, 2.504 rumah terkena dampak, 31 rumah rusak berat dan 10 rumah rusak ringan. Area konstruksi sco sedikit menurun, kerusakan bangunan fasilitas sanitasi, tempat ibadah rusak dan unit jembatan kecil.

Sejauh ini, tim BPBD Bone Bolango terus bekerja sama dengan tim TNI / Porri dan SAR untuk mengumpulkan data untuk evakuasi lapangan.

Tim BPBD di Provinsi Gorontalo juga telah mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan logistik masyarakat yang terkena dampak.

Menurut situasi terakhir, banjir secara bertahap surut.