Semarang TRIBUNNEWS.COM-Penerbangan penumpang komersial dari Bandara Internasional Jenderal Ahmed Yani di Semarang dihentikan dari 25 April hingga 31 Mei 2020. -Keputusan tersebut didasarkan pada Keputusan No. 25 dikeluarkan untuk mencegah penyebaran Covid-19, selama Lebaran Mudik Fitri dan kontrol transportasi 1441 Hijriah.

Juga didasarkan pada siaran pers sementara. Direktur Departemen Komunikasi Publik dan Informasi Kementerian Transportasi Republik Indonesia No. 98 / SP / IV / BKIP / 2020 .

Direktur Jenderal Bandara Internasional Ahmed Yani Semarang Boulder Aryanto Jenderal, ia mengatakan bahwa meskipun penerbangan untuk sementara ditunda, kegiatan Jenderal Bandara Internasional Ahmed Yani Semarang berlanjut seperti biasa.

Baca: Ekonom Faisal Basri (Faisal Basri) meminta pemerintah untuk menunda proyek modal baru

Baca: Kalender keputusan pada hari Minggu, 26 April 2020: Jakarta, Surabaya, Makkah Tin dan 32 kota lainnya- “Karena kami berkewajiban menyediakan layanan untuk pesawat kecuali penghentian layanan sementara dan lepas landas pesawat, pendaratan atau transit di bandara,” demikian siaran pers Hardy, Jumat (4 April 2020) Kata. -Berani menambahkan bahwa tentang layanan penerbangan yang dibebaskan dari embargo, yaitu, transportasi atau penerbangan yang terhubung dengan otoritas tinggi Republik Indonesia dan tamu nasional.

Selanjutnya, kedutaan dan konsulat besar, konsulat dan konsulat asing dan perwakilan dari organisasi internasional di Indonesia. Kemudian, lakukan operasi penerbangan repatriasi khusus untuk memulangkan warga negara Indonesia dan orang asing. -Selain itu, di bawah otorisasi Direktur Jenderal Penerbangan Sipil, penegakan hukum, pemesanan dan layanan darurat, dan kargo dan kegiatan operasional lainnya. -Suspensi layanan udara penumpang komersial. 21 penerbangan yang beroperasi di Bandara Internasional Jenderal Ahmed Yani terkena dampaknya, yaitu ke Denpasar, Balikpapan, Bandung, Jakarta, Pangkalan, Surabaya, Batam Penerbangan ke pulau, Bangalamasim, Makassar dan Kedah. Hardy mengatakan: “Kegiatan operasional di darat.” Untuk itu, pihaknya meminta orang-orang yang sudah memiliki tiket pesawat dan jadwal penerbangan untuk menghubungi maskapai dan meminta mereka untuk mengganti, mengganti penerbangan, atau menunda.

Harapan berani, melalui penetapan larangan kembali dan layanan parkir sementara untuk penerbangan penumpang komersial. Ini dapat membantu mencegah penyebaran Covid-19 yang luas di Indonesia. Dia berkata: “Kami berharap bahwa kebijakan ini akan dihormati bersama, dan pemerintah akan bekerja secara tertib dan lancar untuk memastikan kepentingan dan keamanan kita bersama.” – Judul artikel di Kompas.com adalah “Dari Ahmed ยท Penerbangan Seti dari Bandara Yani Semarang ke 31 Mei 2020 “.