Mumbai TRIBUNNEWS.COM-Menurut laporan, enam warga Desa Sandosi, Kabupaten Withamama, Pulau Adonnara, di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara (NTT), Kamis (5 Mei 2020) 3 September) Dibunuh sekitar pukul 10:00 pagi di Wita.

Mereka terbunuh dalam pertempuran antara dua kelompok masyarakat di daerah itu, dan mereka berjuang untuk lokasi tanah Weluweta.

“Saya baru saja menghubungi pejabat BPD dan Desa Sandosi melalui telepon. Dapat dipahami bahwa korban meninggal 6 orang dan penyebab cedera tidak diketahui, karena lokasinya jauh dari Desa Sandosi,” Flores Timur (Flores Timur) Agus Payong Boli mengatakan kepada POS-KUPANG.COM pada Kamis malam (3 Maret 2020). “” “Ke jalan-jalan di Pulau Adonara dan desa-desa lain”, saya menelepon dan menahan apakah orang-orang bermaksud membantu suku-suku konflik di desa Sandosi, karena Agusara Payong Boli mengatakan itu di Adonara ( Adonara) Lamaholot memiliki sekutu dengan nama “Nara” atau desa dan wilayah. Masyarakat mempercayai pemerintah, dan wilayah serta agen keamanan telah memecahkan masalah yang ada.

Membantu warga untuk tidak menyebarkan informasi yang salah di media sosial, yang dapat memperburuk situasi di sana.

“Jika seseorang membuat pidato yang provokatif atau penuh kebencian, saya telah meminta kepala polisi untuk menangkap seseorang yang dengan sengaja memprovokasi kedua belah pihak,” kata Argus Bolly.

Dia meminta polisi dan tentara untuk mengirim lebih banyak tentara dan tetap waspada di desa Sandosi dan sekitarnya sebelum mayat korban dibawa ke desa, karena kemungkinan kerusuhan pada waktu itu. Masalah ini akan segera diatasi, dan jumlah korban tidak akan bertambah. Pemerintah juga menyatakan belasungkawa atas tragedi saudara-saudara Sandosi dalam sengketa tanah ini. Semoga Tuhan menghapus dosa-dosa mereka, menerima roh mereka di sisinya, dan semoga keluarga damai, “kata Argus Boli .

Pulau Adonara