Pompeii TRIBUNNEWS.COM-Pembunuh di desa Suka Damai, kabupaten Tungkal Jaya, Musi Banyuasin, Sumatra Selatan, ditangkap dua tahun setelah buron.

Penulis Andi Arafat (35) mati-matian mengaku membunuh korban. — Menurut pengakuan penulis, sebelum pembunuhan itu terjadi, korban menebang pohon karetnya.

Tanpa izinnya, menembak jatuh pemutar rekaman karet. Ketika webinar

maka dalam kejadian itu, tersangka bertanya tentang pemanenan pohon karet.

Korban tidak mendapat jawaban, tetapi marah dan mengutuk tersangka.

“Saya pertama kali bertanya kepadanya mengapa dia memotong karet saya. Ketika saya memintanya untuk marah dan memarahi saya, apa yang Anda inginkan? Hak saya untuk memotong pohon”, kata Andy, Kamis (2020/04/04) ).

Akibatnya, terjadi gegar otak antara korban dan tersangka.

Baca: Wilayah elit Sukabumi menghemat 402 kg Sabu senilai RP. 480 miliar – Korban menangkap dan melukai tersangka.

Karena perilaku korban, ia memutuskan untuk membajaknya secara membabi buta.