Metro TRIBUNNEWS.COM-Rumah Sakit Metro Regional Ahmed Yani menyediakan perawatan bagi 136 penduduk Metro dari kategori pengawasan Covid-19 (ODP). Selain itu, seorang penduduk Dong Lampung diklasifikasikan sebagai pasien yang sedang diawasi (PDP).

“Untuk orang ini, itu adalah PDP. Jadi kita tidak tahu apakah mahkota itu positif. Karena kita tidak bisa mengujinya. Itu hanya dapat digunakan di Jakarta. Kami telah mengirimkannya dari air liur Jakarta. Sampel diuji, “kata Nasir, Sekretaris Metropolitan. AT, Senin (16/3/2020) .————————————————————————————————————————— cerita cerita cerita tentang pasien PDP yang kembali dari pekerjaan di Thailand (salah satu daerah yang terinfeksi).

Pasien kemudian jatuh sakit di Lampung Timur dan dirujuk ke Rumah Sakit Ahmad Yani. — Hasil laboratorium baru ditemukan setelah empat hari.

“Pasien mencurigakan ini baru mendapat perawatan kemarin. Karena itu, ia ditempatkan di ruang isolasi. Hanya staf medis yang bisa masuk. Tentu saja, pasien juga harus memiliki standar yang telah ditentukan. Kami hanya mengetahui hasil dua hari atau Rabu, “Dia berkata. -Menghentikan kunjungan pasien-sementara dipisahkan untuk mengurangi risiko penularan virus korona atau covid-19, Dr. Kariadi Semarang dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) mengeluarkan surat edaran yang mengumumkan pembatalan beberapa jam kunjungan pasien. Selain itu, hanya pasien rawat inap yang diizinkan menunggu kesehatannya.

Baca: Rutin pemilu Tangerang Selatan dianggap sebagai taruhan pada kredibilitas PSI

Baca: Jawab Pidato terkunci Indonesia tentang penyebaran corona, Fadli Zon: Nasib masalah ekonomi