Bolivia, TRIBUNNEWS.COM-Selasa (3/3/2020), setelah meletusnya gunung Merapi pada pukul 5:22 di pagi hari WIB, hujan abu-abu menghantam beberapa daerah di Kabupaten Boidollari. Misalnya, badai di Boyolali terjadi sekitar pukul 07.00 WIB. Bahkan, sekitar jam 8:15 pagi waktu Indonesia Barat, hujan abu-abu juga menyapu Kartasura di Sukoharjo. — Setelah dua jam, bahkan jika kekuatannya rendah, abunya masih jatuh.

“Ini sangat tebal,” kata Ali.

Abu juga merona di sepanjang jalan raya Boyolali-Solo. Jarak pandang hanya beberapa puluh meter.

Baca: Jaksa sering menghormati tuntutan Imam Nahrawi Aspri, sehingga jaksa dihormati.

Baca: BULOG memastikan bahwa ia dapat mengatasi gelombang permintaan beras yang tak terduga

banyak pengendara sepeda motor memakai topeng. Beberapa orang juga memakai jas hujan untuk melindungi diri dari abu vulkanik.

“Hujan abu-abu di Boiolaglia Gotha dimulai pada jam 7:00 pagi, tetapi gunung itu lebih awal dari jam 6:00. Daerah pegunungan mulai surut, tetapi anginnya cenderung angin timur,” kata Slamet Haryanto, anggota staf PMI Boyolali.

Setelah hujan ini, Slamet dan teman-temannya membagikan topeng kepada para pengendara yang tidak mengenakan topeng.

Terutama pengendara sepeda motor. Dia juga menerima bantuan dari banyak polwan Boyolali dan staf dari Kodim 0724 / Boyolali. Dia berkata: “Bagi mereka yang tidak memiliki topeng, karena masker terbatas di pasar, mereka dapat menutupi hidung mereka dengan tisu.

Artikel ini berjudul “Waspadai” di Tribunjateng.com. Ember Rain Merapi Guyur Boiolali, di Jalan Boiolali-Soro Memiliki visibilitas terbatas