Medan TRIBUNNEWS.COM-Medan Polrestabes akhirnya mengungkapkan tiga pembunuh sadis terhadap Elvina yang ditempatkan di kotak kardus di gedung Cemara Asri di Jalan Duku, Distrik Percut, Toko Kue.

Tiga penulis adalah Jeffry (22) adalah pembunuh otak, penulis lain Michael (22) dan ibu Jeffry adalah Tek Sukfen (56).

Para penulis telah didakwa dengan beberapa artikel, yaitu artikel 340 dan 338 KUHP tentang pembunuhan. “KUHP tentang Penghapusan Kehidupan Orang Lain” .

Baca: Jadwal keputusan dan puasa diadakan di Surabaya pada hari Sabtu, 9 Mei 2020, dilengkapi dengan doa puasa

Baca: Cina berencana untuk memperkuat senjata nuklir- -Baca: Kantor Kejaksaan Agung mengkonfirmasikan bahwa mantan saksi eksekutif IDX Erry Firmansyah adalah Jiwasraya-Case — “Para pelaku diancam dengan hukuman mati atau penjara seumur hidup,” Kepala Kapolri Podan Jhonny Edison Isir )Mengatakan. Konferensi pers akan diadakan di Maplestabes, Medan pada Jumat (8/5/2020).

Isir mengungkapkan bahwa motif tersangka adalah h, karena korban menolak ajakan seksual tersangka.

“Motifnya masih sejauh ini, kami masih merencanakan,” kami masih merencanakan. Meskipun hubungan antara tersangka M dan Elvina adalah mantan pacar.

“Jadi tidak ada hubungan relatif (romantis) antara J dan korban, tapi itu terbatas pada teman. Jika tersangka M memiliki hubungan dengan korban, status pengadilan adalah status mantan pacar,” katanya.

Beberapa tahun yang lalu, tersangka kriminal Jeffry dan Michael juga ditemukan memiliki tanda-tanda kejahatan. Keduanya adalah mantan penjahat yang menerima rencana asimilasi dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia karena penyebaran Covid-19.