Reporter Surya, Aminatus Sofya melaporkan-Malang TRIBUNNEWS.COM-Menurut laporan, pada pengamatan kemarin Minggu (3 Januari 2020), Gunung Semolu memuntahkan 14 kali lava jatuh.

Petugas Observasi Gunung Api Semeru Lisvanto menjelaskan dalam sebuah pernyataan resmi pada hari Senin (2 Februari 2020): “Lava pijar yang diamati adalah 750 meter dari lidah lava ke si kembar kembar. “. — Dia mengatakan bahwa gunung setinggi 3.676 meter itu meletus 49 kali, dengan amplitudo 11-25 mm dan durasi 45-130 detik.

Meskipun sebanyak enam aktivitas seismik telah direkam, amplitudo adalah 4-12 mm dan durasinya adalah 115-3600 detik.

Baca: Susur Sungai setelah tragedi itu, 13 siswa SMPN 1 Turi masih membutuhkan mitra psikologis

Baca: Indonesia telah mengkonfirmasi virus korona, Wakil Ketua Parlemen Indonesia: Perdana Menteri PMK mengambil alih

Baca: Sulianti Saroso, direktur RSPI, mengungkapkan situasi terbaru dua warga negara Indonesia dengan korona positif-Liswanto mengatakan bahwa menurut pengamatan, karena cuaca berawan di sekitar Semeru, awan panas yang disebabkan oleh letusan tampaknya tidak muncul. . Angin bertiup ke selatan dan suhunya sekitar 23-25 ​​derajat Celcius.

Pusat Mitigasi Bencana Gunung Berapi dan Geologi (PVMBG) meminta masyarakat untuk tidak bergerak di lereng tenggara kawah aktif dalam radius 1-4 kilometer. . Area yang merupakan jalur emisi awan termal biasanya disebut Jongring Seloko.

Sejauh ini, Taman Nasional Big Brom Teng Semeru (TNBTS) masih ditutup untuk mendaki ke Gunung Semeru. Kembalikan ekosistem alpine tertinggi di Jawa setelah dibakar pada September 2019. (*)

Artikel ini diterbitkan di surya.co.id dengan judul Semeru Sptting Lava 14 Times dan 49 Erupsi,