TRIBUNNEWS.COM, Gubernur Medan-Sumatera Utara Edy Rahmayadi tiba-tiba mengenakan topeng, yang terjadi setelah salah satu kerabatnya terpapar Covid-19.

Edy membenarkan bahwa salah satu pakar, Muchrid Nasution, telah terinfeksi virus mematikan.

Aidi mengatakan bahwa Muchrid telah terinfeksi oleh epidemi yang tidak ada di kantor Jalan Sudirman, gubernur Medan.

Baca: Menteri Agama mengakui bahwa Covid-19 mudah dianggap sebagai

Baca: Jokowi: Krisis pandemi Dinamika Covid-19 memperkuat persatuan dan kohesi

Setelah pemaparan, Edy Rahmayadi segera memerintahkan stafnya untuk melakukan inspeksi langsung melalui tes PCR cepat.

“Dia tidak bertanya di mansion, tapi kami memeriksa,” katanya. Dia mengumumkan Senin (13/7/2020). Selain itu, Edy meminta bawahannya untuk memeriksa sejarah perjalanan Muchrid Nasution.

Ini untuk mengantisipasi bahwa virus akan menyebar ke orang lain.

Riadil Akhir Lubis, Asisten Sekretaris Kelompok Kerja Covid-19 Sumatera Utara, bertemu dengan MN di Covid-19, Sumatera Utara seminggu yang lalu. Komando Satuan Tugas. “Wow, aku terkejut mendengar berita ini.” Kami juga prihatin. Tapi saya mempercepat. Dan alhamdulillah, ini bukan reaksi, “kata Riadir.

MN adalah salah satu tokoh dekat gubernur Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi. Sudah diketahui bahwa Satuan Tugas Minnesota Covid-19 Sumatera Utara adalah Karakter yang akrab.