TRIBUNNEWS.COM – Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto menyatakan bahwa kebijakan pengguna kereta api listrik (KRL) harus memiliki pernyataan misi untuk mencegah orang tidak jelas.

Untuk lebih jelasnya, Arya menjelaskan bahwa orang-orang tidak jelas ini adalah pengguna KRL yang tidak memiliki minat mendesak saat bepergian.

Terutama di zona penyangga ibukota, termasuk Kota Bogor selama implementasi pembatasan sosial skala besar (PSBB).

“Personil non-darurat selain Jakarta.”

“Dia (Senin) (5/11/2020) mengatakan di saluran tvOne YouTube:” Seseorang masih ditanya apa tujuan yang tidak jelas, Rekomendasi kami adalah untuk mengurangi kepadatan penumpang di stasiun. -Baca: Pengguna KRL Depok diminta untuk mengambil alih pemberitahuan tugas untuk kantor hari ini

Menurut laporan yang diterima oleh Arya selama pemantauan stasiun, jumlah penumpang KRL telah meningkat menjadi 40%. Menurut angka-angka di atas, Bima Arya mengatakan bahwa dari 5 pence menjadi 10 adalah orang yang tidak memiliki minat langsung saat bepergian. Dia menambahkan: “Saya tidak berpikir bahwa 5 sampai 10 orang yang tidak memiliki pekerjaan di departemen ini dikeluarkan.” Surat kuasa dari perusahaan. Dia berkata: “Pada dasarnya harus ada sertifikat kerja,” katanya.