TRIBUNNEWS.COM – Kabupaten Pinrang di Sulawesi Selatan (Sulawesi Selatan) Sebuah desa di Malawi telah dilanda kerusuhan dengan kematian seorang anak berusia 4 tahun. Meninggal dari ibu tirinya Sanima. — Sanima dan pelaku menggunakan alat tulis berbentuk pensil untuk menganiaya anak tirinya, yang mengakibatkan kematian.

Dalam berita malam TVOne (Kamis, 18/6/2020), Kepala Kepolisian Pinlang AKBP Dwi Santoso mengungkapkan motivasi keterlaluan untuk berobat.

Dwi Santoso mengatakan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan, diketahui bahwa pelaku memiliki dua motif.

Pertama-tama, dia merasa kesal karena korban tidak mau mengikuti perintahnya. Dia cemburu dengan perlakuan suami terhadap kedua anak (yaitu, anak kandung dan anak tiri).

Dia mengatakan bahwa ketika pelaku berulang kali memerintahkan koboi, korban masih menangis di bawah usia lima tahun.

Sebagai hasilnya, agresor akhirnya memiliki emosi.

agresor kehilangan kesabaran dan menganiaya anak tirinya.