TRIBUNNEWS.COM-PT Pupuk Kaltim memastikan stok dan pasokan pupuk bersubsidi di Desa Mattirotasi, Kabupaten Maros Baru, Maros, Sulawesi Selatan dalam kondisi baik. PT Pupuk Kaltim Rangga Yuda Putra Manajer Pemasaran Provinsi Sulawesi Selatan Pupuk Kaltim Rangga Yuda Putra membenarkan kabar bahwa desa tersebut kekurangan pupuk bersubsidi, yang dikonfirmasi. Stok dan permintaan pupuk di jalan Maros Baru sangat bagus. Juga harus dipahami bahwa pupuk bersubsidi hanya berlaku untuk petani yang terdaftar di e-RDKK, “kata Rangga.

Dia menjelaskan bahwa pengecer UD Hamzah memberikan layanan kepada desa Mattirotasi, dan UD Hamzah dilaporkan mendistribusikan 8 ton Berikan subsidi pupuk kepada petani yang terdaftar di e-RDKK (rencana akhir untuk kebutuhan kelompok). Juga harus dicatat bahwa persediaan urea bersubsidi saat ini dapat mencapai 2 ton. Dia mengatakan: “Selain itu, ada sebanyak 1,3 Banyak stok pupuk yang tidak disubsidi, sehingga jika alokasi tidak mencukupi, petani dapat menggunakan pupuk alternatif yang tidak disubsidi. “Dia mengumumkan.

Meskipun data persediaan gudang Pupuk Kaltim Makassar digunakan untuk melayani Kabupaten Maros, masih ada 4.910 ton persediaan pupuk kimia, yang jauh lebih tinggi dari persediaan permintaan minimum 558 ton.

Rangga melanjutkan dengan harga subsidi Menurut informasi dari lapangan, sekelompok petani dikelompokkan dalam kios swalayan dengan harga eceran tertinggi (HET) dengan harga Rp 90.000 (50 kg) per Sak. Dia menyimpulkan: “Produsen berjanji untuk memenuhi kebutuhan lokal berdasarkan distribusi, dan Hanya petani yang terdaftar dengan e-RDKK di Permentan n ° 10 pada tahun 2020 “.