Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Kereta listrik jalur suburban (KRL) akan terus beroperasi pada hari pertama pembatasan sosial skala besar (PSBB) di Bogor, Depok dan Bekasi (Podbeck) (15/4/2020) ) — Kementerian Komunikasi (Kemenhub) belum membuat keputusan tentang permintaan untuk menangguhkan operasi KRL selama PSBB diadakan di Bodebek, dan kepala daerah daerah telah mengajukan keputusan.

“Belum ada keputusan,” kata Budi Rahardjo, kepala hubungan masyarakat di Badan Manajemen Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan.

Baca: Dengan lencana palsu, polisi membidik sepeda motor ibu yang sudah memiliki 8 aksi di pasar.

Baca: Untuk mencegah penyebaran mahkota, pemilihan kepala daerah akan diadakan bersamaan pada 9 Desember 2020

Baca: Sejarah Pimpsari menjual 600 PSK: dari toko ke paket penawaran 25 juta rupee

Budi berkata, Operasi KRL pada hari Rabu sama dengan operasi KRL hari ini dan besok. Namun, mulai Kamis, waktu berjalan KRL akan berkurang. ——————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————— “Untuk 16-17, kalender sedikit berkurang. Jika saya ingat benar, pagi dimulai pukul 5:00 di Jakarta (Bodetabek), dan sore berlanjut hingga 18:00 di Jakarta WIB,” kata Budi .

Pada saat yang sama, bisnis KRL setelah 17 April akan dibahas lagi dengan pemerintah daerah dan Kereta Commuter Indonesia (KCI) sebagai operator jalur pinggiran kota KRL.

Adli Hakim, yang bertanggung jawab atas hubungan eksternal PT KCI, mengatakan hal yang sama. Pada hari Rabu, KRL akan mulai beroperasi pada pukul 04.45.

“Besok, itu akan beroperasi seperti hari ini. Keberangkatan pertama dari Bogor, 04.45 pagi. Kereta terakhir dari Jakarta ke Bogor dibuka sekitar pukul 6.30 sore,” kata Adelie. .

Sebelumnya, ada laporan bahwa lima pemimpin daerah dan kota dari Bogasi Bogor, Depok, dan Bekasi sepakat untuk mengusulkan penangguhan sementara operasi KRL ketika mereka mulai menerapkan PSBB secara bersamaan pada hari Rabu.

Proposal diajukan secara kolektif dan diserahkan kepada Menteri Perhubungan, Gubernur DKI Jakarta dan Gubernur Provinsi Jawa Barat hari ini.

Keputusan untuk menunda operasi KRL diyakini dapat menekan penyebaran Covid-19.

“Mengapa ditutup, karena risikonya terlalu besar. Dalam kondisi seperti itu, kontrolnya lemah, dan kami tidak dapat menjamin bahwa batas jarak sosial di kereta api dapat tercapai,” kata Wakil Walikota Bodie Dedie Rachim. Ayang di Kompas.com berjudul “PSBB dari Bodebek mulai besok, KRL masih berlaku”