Penulis: Labib Zamani kontributor perorangan

TRIBUNNEWS.COM- foto menunjukkan sebotol pembersih tangan dari Kementerian Sosial (Kementerian Sosial), virus tersebut ditempeli label Bupati Klaten di jejaring sosial. Akun Twitter untuk mengunggah foto adalah @mahasiswa Yujinem, dan nama pengguna adalah Warga Klaten.

Dalam unduhan, tertulis: “Bupati Klaten seharusnya malu. Tadi malam, peredaran foto-foto dengan pembersih tangan kita membuat kita marah. Labelnya adalah” Bantuan dari Bupati Klaten “dan stiker itu dilepas Kemudian, ternyata menjadi bantuan dari Departemen Sosial? Anggaran sidik jari pemerintah daerah? — Menurut dia, mengenai masalah pelabelan desinfektan tangan, karena kesalahan teknis di bidang ini, bantuan dari Departemen Sosial dipertimbangkan.

“Saya sudah mengklarifikasi. Kesalahan di tanah (dengan menempelkan stiker), “kata Sri Mulyani kepada wartawan pada Senin, 27 April 2020.” Meskipun pembelian pembersih tangan yang didistribusikan kepada warga diyakini telah mencapai puluhan ribu botol. “Dengan cara ini, ia menjelaskan bahwa, seperti dilaporkan oleh Kompas.com dalam judul” Foto-foto viral Layanan Sosial Tangan Departemen Bantuan Kesehatan Komersial dengan label Kabupaten Klaten tertulis di atasnya “, ini adalah klarifikasi dari Departemen. Lingkup urusan sosial sangat terbatas. Staf Kementerian Sosial sangat terbatas. Tidak banyak. Katanya, inilah yang banyak dari kita (Pemerintah Kabupaten Karatten).

Bahkan, PDI-P juga memungkinkan beberapa orang dengan Pembersih tangan dengan fungsi pengenalan gambar wajah digunakan untuk distribusi internal, terutama untuk pengelolaan 26 cabang jalan .- “Ya (dibagi) karena hanya ada 26 kabupaten. “Untuk PAC,” katanya.