Wartawan Indonesia Taufik Zass dari Serbia melaporkan – Ada 12 pria dan wanita yang melanggar hukum Islam di Aceh selatan, dan hukuman mereka memiliki kekuatan hukum permanen (tinta), yang telah ditegakkan oleh undang-undang tentang pencambukan . 10 hingga 128 kali setelah dikurangi setiap periode retensi.

Menerapkan hukum Syariah dan dihukum karena mencambuk Ukbat di halaman Kantor Islam Aceh Selatan Aceh Selatan di Kampong Hillier, Kabupaten Tapak End, Kabupaten Aceh Selatan, dijadwalkan 4 Oktober (16 Juli 2020) Mulai pukul 15 pagi: Bank Dunia (WIB).

Tiga pelanggaran umum hukum Syariah yang ditentukan dalam Qaun adalah permainan kebetulan, paus dan minuman beralkohol.

Di Kasat Shabara Polres di Aceh selatan, Iptu Mirkam SE, yang mewakili kepala polisi di Aceh selatan, mengeksekusi para pejabat ini. Kasat Pol PP dan WH Dicky Ikhwan CUPW juga dalam eksekusi. BACA: Istri pelecehan anak di Banda Aceh diakui secara mengejutkan —— BACA: Laki-laki Baeh Aceh dan Metha Kanzul mencari rente , Ini adalah gambar dari pembacaan putranya: tertawa, Baim Wong menyindir desecrator: Saya terluka dan mengatakan saya ingin menghasilkan uang

H Indra Hidayat, kepala departemen hukum Islam, Marg, Islam Presiden Pengadilan Syariah, Dr. Ibrahim Basal, Presiden Rida Zulibar (Pista), Pidum Kejari (Pidum Kejari) PA SH .

Kepala Kepolisian Tapaktuan berikutnya, Iptu Risva Azmi, tim medis Rizal Firmansyah SE dan Pusat Kesehatan Tapaktuan.

Kajar Aceh Selatan, Fajar Mufti SH MH, Kid Pidum dan Rista Zulibar PA SH menjelaskan bahwa hukuman cambuk dilakukan dalam kerangka hukum Islam Aceh Qanun. Dia menyimpulkan: “Jangan melakukan tindakan yang juga melanggar hukum Syariah.” – Artikel tersebut disiarkan di serambinews.com setelah ditangkap, dengan tajuk “Pelanggar Muslim pria dan wanita di provinsi Aceh selatan hingga 128 Waktu.