TRIBUNNEWS.COM-Senin (9/3/2020), pengunjuk rasa dunia berkumpul di kota Gajayan (WIB) di Yogyakarta.

Dalam aksinya, mereka mengumumkan penolakan mereka terhadap rancangan Undang-Undang Perburuhan (RUU) UU Amerika Serikat. Ribuan pengunjuk rasa bergabung dengan Mobile Alliance (ARB).

Mereka berasal dari latar belakang yang berbeda, termasuk pelajar, pekerja, seniman dan organisasi masyarakat sipil lainnya.

Tindakan yang dilakukan “Gejayan Calling” di Gejayan mendominasi Twitter.

Tribunnews berikut merangkum fakta-fakta tertentu yang terkait dengan “ Panggilan Gejayan ”:

Baca: Mahfud MD menyambut hukum Gejayan Calling yang menolak tagihan komprehensif

Baca: Kata-kata GKR telah menarik perhatian orang-orang Pertanyaan tentang tindakan banding Gejayan yang dikembalikan-1. Ratusan polisi-Polisi sedang mempersiapkan setidaknya ratusan orang untuk memprotes undang-undang hak cipta yang direncanakan “Pekerjaan Hukum Komprehensif”, yang didasarkan pada persimpangan Gejayan T Berpusat pada mulut. Selain itu, Kapolres Sleman AKBP Rizky Ferdiansyah juga membuat pernyataan. AKBP Rizky mengatakan bahwa partainya akan fokus pada penghematan lalu lintas untuk operasi skala besar, dan banyak perwakilan kampus di Yogyakarta diduga mengikutinya.