TRIBUNNEWS.COM – Kabupaten Muba berasal dari seorang siswa di daerah Bayung Lencir, tidak sibuk untuk belajar di masa depan, tidak layak disalin. 204 Departemen Kepolisian Bayung Lincir .

PE, seorang siswa sekolah menengah terkenal dari Bayung Lencir, ditangkap atas dugaan perdagangan narkoba di jalan Bayung Lincir dan ditangkap pada hari Sabtu, 29/22 sekitar jam 2 siang. Waktu Indonesia Bagian Barat .

Dari tersangka, tim Tekab berhasil mendapatkan bukti jenis anestetik metamfetamin yang mencurigakan dan bersiap untuk mendistribusikan hingga 12 daftar periksa plastik merah kecil yang mengandung berat yang disebut kristal metamfetamin. , Berat total 2,18 gram dan 1 bungkus kertas rokok.

Tersangka ditangkap ketika polisi ingin mendistribusikan barang ilegal dengan menjual pembeli pinggir jalan potensial di dekat kolam di desa kecil 2 Desa Mendis Kecamatan Bayung Lencir Kabupaten n Muba. –Baca: Topeng tidak dicetak? Ini adalah cara membuat topeng sederhana dengan aman dan aseptik di rumah

Baca: Penyebaran coronavirus, Melan Jameela mengakui panik tonsilitis dan menjalankan sekolah untuk keempat anaknya. Periksa

Baca: Covid-19 negatif, Cianjur masih siaga I

Baca: Semua pasien Corona pulih di Vietnam, tidak ada kasus baru dalam 15 hari terakhir, apa rahasianya? Kepala polisi mengatakan: “Kami menangkap tersangka ketika dia akan mendistribusikan paketnya dan saat ini sedang menyelidiki.” Mubarak (AKBP) Yudhi Surya Markus Pinem, S.IK melalui kepala polisi Bayung AKP Jonroni SH, Selasa (3) /3).

Menurut pengakuan tersangka, dia menambahkan, “Keuntungan yang dia distribusikan adalah hingga Rp 500.000 tahun ini. Dia mengatakan:” Dia juga mengklaim bahwa jika dia mendapatkannya dari leluhurnya Barang itu. Kemudian dia membagikannya sendiri. “Untuk menjelaskan tindakannya, tersangka saat ini ditahan di pusat penahanan Bayung Lencir Mapolsek untuk penyelidikan lebih lanjut. Dia mengatakan:” Tersangka menjadi sasaran Pasal 114 (1) (RI) dari anak perusahaan Pasal 112 pada tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman UU RI No. 35 tahun ini menghadapi ancaman 20 tahun penjara. “