TRIBUNNEWS.COM, Surabaya-Seorang terdakwa dalam kasus narkoba menuntut agar ia dijatuhi hukuman penjara. -Yoga Risdianto, seorang pria dari Tengugon, Surabaya, meminta pengurangan hukumannya. Terbukti menghemat 1000 pasang tablet. – Hakim Pengadilan Negeri Surabaya (PN) dijatuhi hukuman 12 bulan atau satu tahun penjara pada hari Selasa (14 Juli 2020).

Yoga terdakwa sebelumnya dijatuhi hukuman enam bulan penjara oleh jaksa Ahmad Ashar (Ahmad Ashar).

Baca: Petugas Lapas terkait narkoba akan dilempar ke Nusakambangan Super Maksimum Lapas-: Bimbim Slank berhenti menggunakan narkoba

“Terdakwa Yoga Risdianto dinyatakan bersalah, terdakwa bersalah, dan Melanggar RI No. 36 tahun 2009 (tentang kesehatan), yang berisi 196 undang-undang. “

” Dihukum satu tahun penjara dan didenda Rp5 juta per bulan, “Ketua Hakim Yohannes Hehamony membaca Pengadilan Negeri Surabaya Mengatakan pada putusan. — Yohannes melanjutkan dengan mengatakan bahwa hukumannya lebih ringan dari permintaan jaksa sebelumnya.

Meskipun situasi ini telah diringankan, tetapi dalam gugatan yoga, dia masih meminta hakim untuk meringankan hukumannya.

“Ini sudah yoga yang lembut, kamu tidak setuju,” kata Yohannes. Membaca: Kepala desa yang ditangkap oleh polisi atas tuduhan kegiatan terkait narkoba di kafe mengakui bahwa dia ingin pergi ke pesta-Membaca: Lion Air mengatakan tidak ada pilot yang menggunakan narkoba