Reporter Tribunnews.com Theresia Felisiani

Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Pengadilan Negeri Pekanbaru Rabu (29/4/2020) kemarin di Kota Pekanbaru Pekanbaru terhadap 16 orang yang dituduh melakukan pelanggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Banyak orang pergi ke pengadilan. — Persidangan dipimpin oleh kepala Setiono Pengadilan Kota Pekanbaru, yang berlokasi di Mapolresta, Pekanbaru, yang juga mengambil terdakwa, keduanya dirawat oleh Kepolisian Kabupaten Riau dan Kepolisian Pekanbaru.

– Jaksa Penuntut (JPU) mencurigai bahwa mereka melanggar Pasal 216 KUHP dan peraturan 2020 tentang implementasi Perwako Pekanbaru PSBB n 74.

Karena persidangan terkait dengan pelanggaran yang dilakukan selama periode PSBB. Karena itu, ketika mengacu pada Perwako, PSBB harus digabungkan karena mereka tidak akan diancam dengan hukuman. Oleh karena itu, ini diambil dari Pasal 216 “KUHP”.

Jadi apa hasil putusannya?

Sunarto, kepala hubungan masyarakat di Kepolisian Provinsi Riau, mengatakan bahwa ada 15 terdakwa dalam kasus-kasus yang ditangani oleh Direktorat Investigasi Kriminal Kepolisian Provinsi Riau.

Mereka dipuji pada 10 April 2020. Pesta ulang tahun untuk minum di ruang karaoke.

Putusan pengadilan menyatakan bahwa terdakwa FRM dijatuhi hukuman penjara dua bulan atau denda 3 juta rupee karena menyebabkan orang banyak.