Semarang TRIBUNNEWS.COM-Agus Suprianto, ketua RT 1 RW 5 di Kecamatan Purvosari, wilayah Semarang Utara, mengakui bahwa ia terkejut dengan perubahan mendasar pada IS (47) karena penulis dicurigai menjadi sasaran aksi teroris karena penangkapan detasemen. 88 .

“Dia dulu berbelanja di Kalimantan, tetapi tiba-tiba bisa membuka obat-obatan alternatif,” kata Argus kepada Tribunjateng.com, Minggu (7 Juli 2020).

Agus mengatakan bahwa ketika menerima tamu terutama laki-laki, RT tidak pernah dilaporkan.

Tidak pernah memberikan data.

Dia berkata: “Saya dengan tegas mengambil tindakan untuk menyediakan dokumen, tetapi dia masih diam.” — Agus mengatakan bahwa IS memiliki 3 orang tua di Semarang.

Kedua wanita itu masih Kelurahan, dan satu orang tua di Tlogosari.

Apakah keluarga besar di dekat sini sangat baik?

Meskipun di luar kelurahan, kerabat terus membayar mereka biaya manajemen RT.