TRIBUNNEWS.COM – Pria dengan identitas Prasetyo Aji Prayoga (21 tahun) harus menanggung akibat akibat tindakannya beberapa waktu lalu.

Dia ditangkap oleh polisi setelah mengundang seorang gadis berusia 16 tahun. -Tidak hanya itu, dia juga menusuk inisial korban RPS setelah berhubungan seks.

Prasetyo, sekarang seorang terdakwa, dijatuhi hukuman delapan tahun penjara.

Jaksa membacakan permintaan itu pada pertemuan virtual rahasia yang diadakan oleh Pengadilan Negeri Denpasar, yang diketuai oleh panel hakim I Putu Gde Novyartha.

“Kami telah membaca surat ini seperti yang dia lakukan. Terdakwa Prasetyo Aji Prayoga dijatuhi hukuman delapan tahun penjara dan didenda 100 juta rupee dalam waktu tiga bulan penjara,” kata jaksa I Putu Eri Setiawan. Dia dijatuhi hukuman delapan tahun penjara. Persidangan.

Terdakwa Aji dihukum karena melakukan kejahatan dengan sengaja menipu, serangkaian kebohongan atau membujuk anak untuk berhubungan seks dengan dirinya sendiri atau orang lain. zh .

Karena alasan ini, terdakwa yang dianggap sebagai pekerja proyek melanggar Pasal 81, paragraf 2, UU No. 17 tahun 2016, yang melibatkan pembentukan peraturan pemerintah untuk menggantikan UU No. 16. Mengenai Perubahan Kedua atas UU No. 17 tahun 2016, pada 1 Januari 2016. 23 23 2002 tentang perlindungan anak.

“Terdakwa, melalui tim penasehat hukumnya, akan mengirimkan balasan tertulis untuk permintaan kami. Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Denpasar mengatakan akan berlanjut minggu depan.

Menurut TribunBali, insiden dimulai RPS, terdakwa membalas pesan lain melalui aplikasi obrolan.

Halaman berikutnya >>