TRIBUNNEWS.COM-Warga negara senior dengan akronim MA (60 tahun) bertekad untuk menjual ganja untuk membeli obat-obatan.

MA adalah kakek dari warga Desa Ulee Rubek Timur, Distrik Seunuddon, Provinsi Aceh Utara.

MA adalah bahwa tindakan itu terungkap setelah polisi memperoleh informasi dari warga.

Saat penangkapan dan penggeledahan rumahnya, Rabu (7/1/2020), polisi berhasil mendapatkan barang bukti berupa paket ganja 2,8 kg. Di kamar dia berada.

Bacaan: Sodomi 19 memiliki grafiti di daftar Sukabumi mengenai tersangka bocah lelaki di dinding

Bacaan: Ratusan pengemudi Ojol marah pada Pekanbaru, pengemudi menendang rumah aktor

Berdasarkan bukti ini, Mahkamah Agung tidak bisa Itu menyerah dan akhirnya mengakui tindakannya.

Mahkamah Agung mengatakan kepada polisi bahwa mereka memutuskan untuk menjual barang ilegal karena masalah ekonomi. Uang hasil penjualan digunakan untuk mengobati penyakit jantung. Sekalipun kita masih punya, “Ka sam Narkotika Polda Aceh Utara AKP M Daud mengatakan dalam pernyataan tertulis yang diterima, Sabtu (4/7/2020).

Selain mengaku memiliki penyakit jantung, saat penangkapan, itu memang Mengetahui bahwa penyakit kakek saya tidak sehat .

Baca: Pasien korona Palu melarikan diri dari rumah sakit, dan pasien tersebut bertemu dengan seorang wanita tua yang sedang hamil

Baca: Jogging Kontol di Jembatan Suramadu (Tik Tok) ), meminta maaf sebagai seorang kaisar, ketiga ibu masih dihukum di Surabaya – bahkan jika mereka bangun, petugas harus membantunya.