TRIBUNNEWS.COM-Selasa (7/7/2020), sebuah insiden tidak menyenangkan terjadi di Sekolah Menengah Nasional 1 Sekubang di Batam.

Seorang wanita berusia 40 tahun datang untuk meminta klarifikasi tentang putranya yang berusia 16 tahun, dan mereka berpartisipasi dalam Pilihan Penerimaan Siswa Baru (PPDB).

Dia datang ke sekolah untuk mengeluh bahwa putra tertua tidak memenuhi kualifikasi untuk distrik.

Setelah tiba, agresor segera melancarkan tindakan terhadap ibu empat anak.

“Aku dipeluk dan didorong ke sudut dinding,” isak S.

“Ya, Tuhanku, aku tidak kuat. Aku takut dibunuh,” lanjutnya. .

Dia bilang dia harus mematuhi permintaan penulis. “” Saya menangis, membayangkan bahwa saya tidak akan dibunuh, “katanya.

Baca: 8 Juli, pada hari terakhir merekam jalan menuju prestasi PPDB SMA / Sekolah Kejuruan Jawa Tengah pada tahun 2020, ini pesannya — -Reading: Siap berlayar ke Kota Batam, Sundari Keburu melahirkan di “Speed ​​Boat”

Membaca: Guru seni bela diri dan ibu ditinggalkan oleh ayah mereka hingga Poroti Rp 27 juta — -Sebelum memulai aksinya, S sebenarnya punya waktu untuk mencoba lari dan meminta bantuan padanya.