TRIBUNNEWS.COM dari MAKASSAR-Polisi saat ini sangat menindak personel ilegal yang mengumpulkan sisa-sisa keluarga PDP dari polisi.

Dua orang ditetapkan sebagai tersangka kriminal dalam kasus penjemputan paksa PDP Covid, Minggu lalu (6/7/2020), ada 19 pasien di Rumah Sakit Stella Maris di Makassar.

Ibrahim Tombo, kepala hubungan masyarakat kepolisian Sulawesi Selatan, mengatakan bahwa setelah mengidentifikasi dua tersangka, total 3 orang ditetapkan sebagai tersangka. Selama hari Minggu lalu (6 Juli 2020) mayat itu dipindahkan secara paksa di Rumah Sakit Stella Maris.

“Ada sekitar 9 orang di bawah perlindungan, tetapi 2 dari mereka telah ditetapkan sebagai tersangka. 7 orang lainnya telah dipulangkan. Tapi mereka masih saksi,” kata Ibrahim, Kamis (6/11). 2020) mengatakan dalam pesan teks.

Membaca: TVRI Pertanyaan dan Jawaban Pratama 1-3, Jumat, 12 Juni 2020, Fairy Tale Sith Io – Reading: Gelandang bentrok dengan bos UFC Jon Jo Lahir, bukan pejuang favorit Mike Tyson — Membaca: Artikel terakhir Wanda Hamidah sangat tidak mampu membayar untuk gelarnya, menunjukkan bahwa ia masih tanpa perayaan kelulusan yang bahagia Bisa sukses. Menurut Ibrahim, ketiga tersangka dengan tubuh PDP di Rumah Sakit Stella Maris biasanya dekat dengan orang mati. Salah satunya bahkan anak kandung dari almarhum. -Ibrahim menambahkan bahwa secara keseluruhan, penyidik ​​polisi menempatkan 12 tersangka di 4 rumah sakit di Makassar untuk memaksa mereka menangkap mayat-mayat PDP. -Selain 3 tersangka di Rumah Sakit Stella Maris, ada 5 tersangka dari Rumah Sakit Labang Bagh, 2 dari Rumah Sakit Bayankala dan 2 dari Rumah Sakit Dadi.

Menanggapi pemindahan paksa mayat yang masih terjadi hari ini, Ibrahim menunjukkan bahwa situasi ini tidak akan pernah terjadi lagi. Jumlah rumah sakit rujukan Covid-19. Ibrahim berkata: “Ini karena selain menimbulkan bahaya bagi seluruh komunitas, komunitas juga harus dididik sehingga kita dapat melindungi kepentingan seluruh komunitas.”