TRIBUNNEWS.COM, Carolina Utara-Di Desa Kaliboga, Kota Peningaland, Kabupaten Carolina Utara, Jawa Tengah, tiga agen Covid-19 ditangkap oleh polisi lokal Carolina Utara tujuh kali selama pemukulan oleh tiga agen Covid-19.

Serangan itu terjadi pada Idul Fitri pada hari Minggu (24 Mei 2020).

Insiden dimulai ketika tersangka ditolak masuk ke desa karena dia tidak memakai topeng.

Di depan polisi, nama tersangka disingkat A (23). Awalnya, kelompok itu ditolak masuk ke desa Kaliboja oleh agen Covid-19.

Baca: 7-19 agen yang menyerang Covid Pekkalongan sekarang menjadi tersangka-penolakan itu merupakan pertengkaran karena seorang perwira polisi melemparkan kerucut lalu lintas. Selasa, California.

— Tersangka sedang bersiap untuk memasuki desa Kaliboja untuk kunjungan persahabatan selama periode Lebaran.

Kepala Departemen Kepolisian Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko menjelaskan bahwa pada awalnya, delapan warga diinterogasi atas dugaan pemukulan. -Penduduk dibebaskan karena mereka tidak terbukti terlibat.

Wajah, mata, dan pelipis korban memar.

“Kami juga telah menjalin hubungan antar warga untuk menghindari pertengkaran seperti,” kata Aris. Dipukuli dan dipukuli berdasarkan Pasal 170 KUHP Indonesia dapat dihukum hingga tujuh tahun penjara. (Kompas.com kontributor Pekalongan, Ari Himawan Sarono) -Artikel ini disiarkan di Kompas.com dengan judul “Pertama-tama dikutuk untuk tidak menggunakan topeng, 7 agen Keroyok 3 Covid-19 muda”