TRIBUNNEWS.COM, Griswick-Meskipun satu minggu telah berlalu, kasus kriminal yang menyebabkan kehamilan seorang siswa sekolah menengah di Griswick belum diidentifikasi.

Bahkan, keluarga korban, SG (50), masih tetangga dengan hubungan keluarga, dan jelas-jelas mengutuk pelaku.

SG selalu dapat berkeliaran dengan bebas. Orang yang bertanggung jawab belum dipanggil untuk mendapatkannya.

Selama interogasi di unit Satreskrim Kepolisian Gresik, masih sulit untuk mengumpulkan saksi, seperti ibu dan saudara perempuan korban.

Dipanggil ke markas polisi Gresik.

Polisi Polandia Kasesreskrim Gresik (AKP Panji P.) mengatakan Kamis (7 Mei 2020): “Masih belum dipanggil.” Bacaan: Pakar Hukum Internasional: Pemerintah harus menggunakan bendera Tiongkok untuk melindungi warga negara Indonesia di kapal

Baca: “Angry Susie Pudgastutti”, balas video kru Indonesia yang dijatuhkan dari kapal Tiongkok

Bacaan: Kabareskrim: Distribusi jaminan sosial harus ditargetkan, bukan untuk kampanye pemilihan-Membaca: Catatan kebangkrutan dari 119 perusahaan Jepang sebelum Kamis-kapan mereka akan dipanggil? Dia mengatakan: “Jelas bahwa petugas saat ini sedang mewawancarai saksi.” Mereka masih memiliki persaudaraan.

Pada saat yang sama, Badan Keluarga Berencana dan Perlindungan Perempuan (DKBPPPA) dari pemerintah Kabupaten Gresik melihat bahwa seorang gadis muda di kabupaten Benjay adalah korban dari perilaku tidak etis dan kondisinya tidak siap untuk konsultasi. Didampingi oleh para korban kemarin, Pemerintah Kabupaten Gresick, Soerati Mardiyaningsi (Soerati Mardiyaningsih) Pemerintah, Kantor Integrasi Hak-Hak Perempuan, Anak-anak dan Anak-Anak, Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBPPPA) Perlindungan Wanita.