Reporter Jabar Tribune melaporkan bahwa Mega Nugraha

Bandung, TRIBUNNEWS.COM-Masabah menyerang kantor Manajemen Aset Minna Padi (MPAM) di Jalan Pasirkaliki Bandung, Kota Bandung, Jumat (7/10/2020) .— -Mereka datang untuk mendapatkan kembali uang yang diinvestasikan di perusahaan investasi karena enam rencana investasi reksa dana MPAM telah berakhir.

Keenam produk reksa dana ini meliputi: Minna Padi Pringgodani stock, Reksa Dana saham Pasna Pasopati, Reksa Dana Syariah Minna Padi Trust saham syariah.

Selanjutnya, ada Minna Padi Property Plus, reksa dana Minna Padi Keraton II dan saham reksa dana Minna Padi Hastinapur.

Enam produk reksa dana memberikan pendapatan tetap, yang sejalan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Edisi ke-39 / POJK.04 / 2014 .

Baca: Penyelesaian baru di Bandung, Sekapa AD Pada 1262, para aktivis Corona berada di tempat yang jauh – Baca: Pemerintah mengizinkan organisasi sholat Idul Fitri, awalnya di banding Kementerian Agama- “Tribune” mengamati bahwa lusinan pelanggan masuk Kantor juga mengumpulkan reksa dana yang mereka investasikan. “Kami meminta pengembalian dana karena ada banyak pelanggan yang perlu dihitung,” kata Anto, perwakilan pelanggan. -Bisnis telah berjalan sejak tahun lalu. Japan Railway Corporation memberlakukan “Japan Railway Corporation Ordinance.”

Mereka menyimpan dana ini dengan nilai investasi minimum setidaknya ratusan juta dolar.