Bali TRIBUNNEWS.COM-I Ketut Gede Ariasta (23 tahun), terdakwa yang membunuh istrinya tidak mengundurkan diri sampai hakim menghukumnya delapan tahun penjara.

Senin (16 Maret 2020) Dia akan membuat keputusan di Pengadilan Negeri Denpasar pada Senin (16/3/2020).

Terdakwa yang lahir di Karangasem Abang dijatuhi hukuman delapan tahun penjara karena sakit hati dan kematiannya. Istrinya Ayu Seriasih.

Pembunuhan itu hanya tersinggung karena dia mengunggah identitasnya ke Facebook selama interogasi.

• Jumlah pasien yang positif virus Corona di Indonesia meningkat 17 orang, kebanyakan dari mereka adalah DKI.Setelah mendengarkan putusannya, terdakwa terlihat tenang dan acuh tak acuh.

Menurut keputusan hakim, terdakwa melewati kantor bantuan hukum tim pengacara Peradi Denpasar dan segera menyatakan bahwa dia menerimanya. Jaksa Ni Ketut Hevy Yushantini mengatakan atas nama jaksa Cokorda Intan Merlany Dewie bahwa ia masih percaya: “Kami, jaksa, mari kita pikirkan lagi, Pak,” kata jaksa dari Kantor Kejaksaan Negeri Denpasar. — Putusan juri lebih ringan dari permintaan jaksa. — Sebelumnya, jaksa telah meminta Ariasta untuk dipenjara selama 12 tahun.