TRIBUNNEWS.COM, SIMALUNGUN-Alasan kematian mahasiswa tahun kedua Chanda Prayoga (13) di Universitas Taman Siswa Bahjambi, ditemukan setengah terkubur di area PTPN III, Kebun Bangun, Jalan Asahan Km, 16-17, RĂ©gence Simalungun mengungkapkan. Kasat Reskrim Polres Simalungun, AKP Agustiawan, dua pelaku membunuh Chanda karena ingin mengendalikan motor Yamaha Soul GT yang dimiliki oleh korban.

Kedua pelaku adalah warga RBP (17), warga Marihat Bayu, Kabupaten Tanah Jawa dan MA (19)), warga Gang Melur 17, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Gunung Malela.

“Menurut pengakuan tersangka RBP, dia saat ini sangat berhutang. Utang masih berhutang dan tersangka bingung tentang pembayaran kembali,” kata Augustin Jumat (10 April 2020).

Baca: Lakukan 7 latihan sederhana di #dirumahaja, coba jongkok dengan Plank

Karena Anda tidak punya uang, RBP berencana mencuri uang

— dan kemudian pada hari Sabtu (4) / 4/2020), Royal Bank of Scotland mengundang Mahkamah Agung untuk bertemu Qian Da. Intinya, kedua penulis mengundang para korban dengan dalih bepergian.

Ketika mereka mencapai area PTPN III Kebun Bangun, RBP segera mengambil tindakan.

“Setelah membunuh tersangka Randa Chanda, MA menjual sepeda motor korban kepada pengasuh seharga Rp 1.750.000. Adapun para tahanan, mereka tinggal di kota Tebingtinggi,” kata Augustawan .

Dalam hal ini, setelah mendapatkan informasi dari tuan rumah, polisi melakukan penyelidikan. Untuk pengembangan kota Tebingtinggi.