TRIBUNNEWS.COM-Di Samarinda, Kalimantan Timur, seorang anak berusia 5 tahun menjadi korban kekerasan seksual – insiden itu terjadi pada akhir Mei 2020, ketika orang tua menyerahkan anak itu kepada wali. Pelakunya adalah suami dari pengasuh.

Ibu itu mengatakan bahwa kejadian itu hanya terungkap ketika dia melihat perubahan psikologis anak.

“Dia sering menangis dan tidak mau mengambil pengasuh,” katanya ketika menghubungi Kompas. com, Senin (8/8/2020).

Baca: Pengantin wanita yang mengubah pria mengaku berhubungan seks ketika suaminya tahu jenis kelaminnya

Baca: Virus Corona Virus Corona dipaksakan oleh keluarga di Makassar Diambil pergi, polisi menggerakkan tangan dan kaki mereka karena kelebihan beban Halau Masse – sering menangis, dan korban yang sakit memperburuk situasi. 5/31/2020) .

Ibu korban merasa curiga tetapi membujuk anaknya untuk menceritakan kisahnya. “Akhirnya, anak saya memberi tahu saya. Dia mengatakan dia telah diserang empat kali oleh para pelaku. Ibu korban mengatakan: “Dia menutup mulutnya dan mengancam untuk tidak memberitahu siapa pun. – Setelah mendengar pengakuan anak itu, ibu korban langsung melaporkan kasus itu ke kantor polisi. Samalinda Jalan Bayamkara City, Senin (1/6/2020) .

“Keesokan harinya, Selasa (2 Juni 2020), hasil otopsi menunjukkan bahwa anak saya diserang “, a- dia menjelaskan.