TRIBUNNEWS.COM – Tempat parkir yang ditandai dengan inisial DM (32) di Palembang, Sumatra Selatan, diculik dan disiksa karena gagal membayar hutang sebesar Rp 1,8 juta.

Bahkan istrinya diminta membawa uang penyelesaian.

Ketika DM melaporkan penganiayaan ke Kantor Polisi Palembang pada hari Kamis (18 Juni 2020), kasus ini terungkap. DM menyatakan bahwa ia awalnya meminjam uang dari BB dengan harga Rs 1,8 juta dari BB sekitar seminggu yang lalu karena ia memiliki kebutuhan mendesak.

Dia juga mengklaim telah mencoba untuk membayar pinjaman 900.000 rupee. Video action Begal menggunakan sepeda motor di utara Cikarang. Empat korban terluka dan terluka

Baca: CCTV mencatat bahwa pengendara sepeda dilarang mengendarai sepeda di Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan. , Namun ditembak karena cedera di perut Clurit Sayat – tetapi ketika ia berada di tempat parkir Sekip di Kecamatan Kemuning, Palembang, korban tiba-tiba ditangkap oleh BB dan seorang teman lainnya menunggak. DM berkata: “ Saya hanya pergi karena saya kenal pelaku. Saya kemudian dibawa ke daerah pelabuhan Boombaru. ” Dipukuli oleh pelaku untuk segera melunasi utangnya.

Sebenarnya, istri korban diminta membawa uang untuk membayar hutang DM. Rapat umum di PSBB-Baki a: Fakta terbaru bahwa gadis itu diperkosa sampai mati karena rotasi, polisi mengungkapkan mayat untuk otopsi – setelah membayar uang, pelaku melepaskan korban dan akhirnya melaporkannya ke polisi kasus. Setelah melunasi utangnya, saya dibebaskan, “katanya.”

Kepala Kepolisian SPKT AKP Herry mengkonfirmasi bahwa laporan itu ada. Menurut Herry, korban saat ini sedang diselidiki untuk menuntut tersangka terkait penganiayaan. “Pengantar Herry. (Kompas.com/Aji YK Putra) -Artikel ini muncul di Kompas.com dengan tajuk” Penyitaan dan penganiayaan hutang, laporan polisi dari wartawan parkir “