TRIBUNNEWS.COM-Di Makassar, orang tua melaporkan penculikan anak-anak mereka. Inisial korban adalah AAD. Dia berumur 8 tahun.

Pada hari Jumat (24/7/2020) Mumbai diculik saat bermain di rumah Jalan Nipa-Nipah Lama, Wilayah Mangala, Wilayah Mangala. Setelah melihat korban untuk terakhir kalinya sekitar pukul 14:30, orang tua AAD melaporkan kejadian yang terjadi pada anaknya. Wita .————————————————————————————————————————— Setelah setelah penyelidikan polisi, Wita ditemukan oleh polisi di sebuah kios di distrik Tamakarea, Makassar sekitar pukul 19.15. Memanggil daerah Sukmajaya Rawan- “Korban sedang bermain di stasiun patroli dekat rumahnya. Tiba-tiba, penyerang dengan sepeda motor membawa korban pergi tanpa izin dari orang tua korban,” Argus Jumat (2020/7) (2020) kepada wartawan. — Agus mengungkapkan bahwa AAD mengaku diculik oleh orang tak dikenal.

Siswa sekolah dasar dibawa pergi oleh penyerang dengan alasan dia pergi untuk memperbaiki pos patroli dekat rumah korban di papan kayu.

Namun, AAD membawanya ke toko yang menjual gas dan silinder minyak cair. – Aktor pada saat itu mengklaim membeli silinder LPG 3 kg, yang dapat menampung hingga empat. -Reading: Ketika anak perempuan itu dibawa kembali ke pria berusia 30 tahun itu, sang ibu meminta untuk tidak menculik: Kedua belah pihak menginginkan — “Korban kemudian ditinggalkan di toko dengan alasan bahwa pelaku lupa membawa uang dan akan kembali Uang. Para pelaku tidak tiba sampai korban ditemukan di Kantor Polisi Oscar Reskrim Mangala, “kata Argus.

Pada saat yang sama, Supriady Idrus, wakil direktur Biro Hubungan Masyarakat Kepolisian Makassar, mengatakan bahwa tersangka yang membawa AAD ke AAD adalah tetangga. -Dia mengatakan bahwa polisi masih menyelidiki, Supriady mengatakan di telepon: “Para pelaku dicari oleh anggota karena mereka tidak kembali ke rumah. Kami ingin tahu mengapa (korban) mungkin dibawa masuk.”

Artikel ini Ditayangkan di Kompas.com dengan tajuk bahwa seorang anak 8 tahun di Bengalza diduga diculik untuk memperdagangkan botol bensin.