Surabaya TRIBUNNEWS.COM-Gibran Rakabuming Calon calon Raka, Teguh Prakosa, ditantang dalam Pemilihan Kota Solo 2020.

Ini Bagyo Wahyono berpasangan dengan FX Supardjo (Bajo). Kotak Kosong Zulhas: Konsekuensi Demokrasi-Kedua belah pihak terdaftar sebagai walikota potensial dan wakil walikota dari rantai independen.

Dalam wawancara, keduanya mengatakan bahwa mereka siap mengalahkan Teguh Prakosa (Teguh Prakosa).

Jika mereka menang, mereka berjanji untuk tidak menerima gaji dari walikota dan gaji wakil walikota.

Budi Yuwono, kepala tim Bajo yang menang, mengatakan bahwa jika terpilih untuk memimpin daerah, orang Bajo tidak akan menerima gaji selama masa jabatan mereka.

“Ini adalah niat dari awal. Nanti, itu akan diberikan kepada mereka yang membutuhkan,” katanya ketika Tribunjateng.com menghubunginya, Rabu (29/7). / 2020).

“Paruh yang membutuhkan modal ventura,” katanya.

Saat ini, pihaknya sedang mempersiapkan tahap verifikasi (verfak) dari kondisi kompensasi yang diajukan ke kota. Komisi Pemilihan Kota Solomon (KPU) pada hari Minggu (2020/7/26).

Dia menyerahkan 21.063 suara untuk mendukung perbaikan, yang kemudian akan diverifikasi oleh departemen manajemen KPU di Kota Solomon. -Dia berkata: “Sekarang kita pertama-tama harus menarik perhatian. Saya ingin memperkenalkan desa dan PPS secara terpisah. Dia telah memikirkannya secara bertahap.”

Selain itu, ketua KPU kota solo di suplemen Nurul Sutarti Di antara 21.063 suara yang diajukan oleh tim Bajo untuk mendukung klausa peningkatan, 19.551 suara telah diumumkan telah selesai. Mereka yang memenuhi persyaratan akan dituntut. Akan diverifikasi oleh departemen pemerintah. “