TRIBUNNEWS.COM, JEPARA-TS (47), warga Desa Siangang, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, hanya bisa menyesali pembakaran istrinya AR (45). Ini kesalahan karena saya dituduh berselingkuh. Saya bahkan dideportasi.

Menurut keterangan Wakil Asisten Komisaris Nugroho Tri Nuryanto dari Komisaris Polisi Jepara, sejak TY kembali dari Jakarta, suami dan istri sering terlibat dalam pertengkaran tersebut.

Puncak tertinggi adalah hari Minggu (26 Juni 2020) Penyerang tidak dapat menahan emosinya dan bertekad untuk membakar istrinya.

“Penyerang dituduh berselingkuh dengan istrinya, jadi Nugroho mengatakan dalam kontaknya dengan Kompas.com pada hari Senin (04) / 27/2020).

Baca: Korban pasien Corona yang dianggap dikremasi ingin dimakamkan, ia masih hidup

Baca: Kisah sedih 3 Perawat rumah sakit Bung Karno Solo diusir dari kamar sampai direktur rumah sakit membuka suara

Kronologi

Nugroho menjelaskan bahwa ketika terjadi perselisihan, penulis memilih untuk membungkam dan menutup rumah.

Namun, ini tidak membuat emosi korban menghilang. Korban mengetuk pintu kamar.

Melihat ini, penyerang segera meninggalkan ruangan dan mendekati putra yang sedang memperbaiki sepeda motor.

Penyerang segera mengambil botok diisi dengan bensin dan kembali ke rumah.