TRIBUNNEWS.COM – Walikota Tangerang Arief Rachadiono Wismansyah mengemukakan banyak poin untuk penerapan pembatasan sosial skala besar (PSBB) di daerahnya. -Dia menggunakan peraturan ini sebagai referensi untuk implementasi PSBB di Tangerang.

“Jadi, kami mempelajari aturan, termasuk mempelajari aturan DKI dan gubernur Jawa Barat,” kata Arief dalam wawancara di TV One, Senin. (13/04/2020) pagi. Ia melanjutkan: “Kota Tangerang itu berdasarkan aturan.” Selain itu, ia mengatakan, Kota Tangerang juga memberlakukan pembatasan operasional angkutan umum. -Arief menyebutkan, selama PSBB, angkutan umum di Kota Tangerang hanya beroperasi antara WIB pukul 05.00 hingga WIB pukul 19.00.

“Misalnya di Jakarta waktu angkutan umum hanya jam 06.00 – 18.00, jadi kita kira di Tangerang jam 5.00 – 19.00 adalah satu jam lebih awal, Kata Arief. — Dia menambahkan bahwa kebijakan itu dilaksanakan karena memperhitungkan beberapa warga masih bekerja di Jakarta.

Baca: Mulai hari ini, pelanggar PSBB Jakarta akan menerima formulir kosong dan mengeluarkan pernyataan.

Baca: Bekasi sedang mempersiapkan untuk mengajukan PSBB, Rahmat Effendi menyatakan tekadnya bahwa ia tersesat setelah dua hari

“Mempertimbangkan, jangan biarkan orang yang masih bekerja” Dia menjelaskan bahwa alasan mengapa ia menjadi seorang Jakarta adalah karena PSBB Ini adalah salah satu orang yang membatasi tempat kerja, kantor, dan mereka yang kembali dari Jakarta tidak akan berada di Tangerang, mereka tidak memiliki transportasi umum.