TRIBUNNEWS.COM, Bali-Seorang lelaki dari Negara Palem di Sumatra selatan mengutuk toko furnitur. -Menurut laporan pemilik toko, korban melaporkan ke Pusat Layanan Terpadu Kepolisian Nasional Palembang (SPKT) pada Senin (27 Juni 2020). — Lelaki itu tertipu karena selama ini ia belum memesan dan memesan satu set meja dan kursi serta dua buah lemari dengan pelayanan housekeeping, yang mengganggu lelaki tersebut hingga ia mengambil tindakan hukum. Menurut seorang penduduk Jalan Parameswara di IB Je Palembang, dia awalnya ingin membeli satu set meja dan kursi di tempat kerja pelaku. Pria berumur 40 tahun itu berkata: “Tapi laporannya juga memberikan pelayanan, dan saya juga sangat tertarik. Dia memberikan jasa perbaikan 21 juta rupiah untuk dua lemari kayu jati saya. – Kejadian ini terjadi pada Agustus 2019 Pada 24 Mei, sekitar pukul 6.3.00 WIB, korban mentransfer uang ke rekening penyerang.

Baca: Hingga 28 Mei, tidak ada reservasi kursi di kereta Shinkansen di Jepang

Baca: at Sebelum 88 Laptop Tersangka Teroris di Sidoarjo, Jawa Timur Disita, Laptop Disita

baca: Presiden Lazio Berharap Liga Italia Lanjutkan, Meski UEFA Setuju Tutup Liga

– “Sebelum batas waktu, uang saya transfer ke kursi dan lemari kayu jati yang sudah diperbaiki tapi tidak dikirim keluar.

Kemudian korban datang ke tempat usahanya untuk bertemu dengan penyerang dan berjanji untuk menyelesaikan proses pengiriman barang secepatnya. Dia mengatakan: “Dia berjanji akan mengirimkan barang yang saya pesan, tapi sampai saat ini belum terkirim.” Terkait kejadian ini, korban juga melaporkan penuntutan ke polisi SPKT di Palembang. Dia menjelaskan: “Selama ini saya belum dideportasi, jadi saya sangat frustasi.

Pada saat yang sama, Kasat Reserse Kriminal Polres Palembang, AKBP Nuryono membenarkan korban melalui Kapolsek SPKT Palembang AKP Heri. Laporan penulis yang melibatkan penipuan dan penggelapan dana oleh penulis.

Laporan tersebut telah kami terima dan akan ditindaklanjuti oleh Satuan Reserse Kriminal Palembang, karena jika pelaku terbukti bersalah maka akan dihukum sesuai ketentuan yang berlaku. Sripoku Pria itu melapor ke polisi bahwa dia telah membayar 21 juta rupee untuk barang layanan yang tidak terkirim dengan judul .com selama lebih dari setahun.