TRIBUNNEWS.COM, Walikota Surabaya Surabaya Tri Rismaharini memilih dua karyawan PT HM Sampoerna Tbk yang meninggal karena virus corona jenis baru atau infeksi Covid-19.

Risma berkata, Covid-Risma mengatakan bahwa 19 orang di sebuah pabrik rokok berasal dari pasien PDP, yang tidak jujur.

Sekarang dua pasien PDP yang meninggal karena Covid-19 harus diisolasi. Pasien terus bekerja.

Bacaan: OPPO menyediakan kemasan bundel seri Enno W31 Enno W31

Bacaan: Karena kematian Covid-19 sebelum menikah, Dr. Michael menderita karena pacarnya: Paru-paruku ditarik – Bacaan: Fakta membuktikan bagaimana mengemas Longtong dapat memperoleh hasil yang baik, dan pemula juga bisa—— “Sebenarnya, dia (pasien) adalah (menyatakan) PDP pada saat itu. Namun, dia bekerja, jadi dia menular (menyebar), tapi saya harap tidak. “Kata Ri sma pada pertemuan SDN Ketabang 1 di Surabaya, Kamis (30/4/2020).

“Jadi awalnya abses waktu itu kurang ide yang super. Makanya dia terus bekerja, dan nyatanya dia (pasien Covid-19 meninggal saat itu) sudah PDP saat itu. Pabrik rokok.

Baca: Strive for Pembagian makanan pokok, warga dan anak-anak RT menjadi tersangka polisi-Membaca: Bagian yang merespons novel itu terkena air keras terlebih dahulu: Sebagian besar air mengalir ke wajah saya-Membaca: Pabrik Rokok Sampoerna di Surabaya ditutup, itu Dua karyawan meninggal karena virus Corona.

Di sisi lain, ia juga terus melakukan tes cepat dan tes usap pada ratusan karyawan Sampoerna

Ini dilakukan untuk memutus rantai distribusi Covid-19. Juga dikarantina. Tidak kurang dari 323 karyawan yang menjalani rapid test ditempatkan di sebuah hotel di Surabaya, sehingga karyawan Sampoerna ditempatkan di hotel (terisolasi) dan semua biaya ditanggung oleh Sampoerna, ”kata Risma.