TRIBUNNEWS.COM oleh KEBUMEN-Seorang pria di Kebumen, Jawa Tengah, ditangkap polisi enam tahun setelah kabur. Jakarta terbunuh setelah membunuh seorang pejabat desa di kampung halamannya.

Pelaku penyiksaan AKBP Kapolsek Kebumen Rudy Cahya Kurniawan menyiksa korban secara brutal pada tahun 2014. Rudy dalam keterangan tertulisnya, Rabu (13/5/2020), mengatakan, “Pasca serangan Covid-19 di Indonesia, tersangka kabur dari Desa Harjo Wintono (63) hingga meninggal dunia pada November 2014. -Rudy mengatakan bahwa tersangka mengakui kekesalan korban karena ia saudara sepupu, karena ia menyemprot benih pepaya dengan ilalang berbahaya hingga mati dan mengering. Selain itu, rasa kesal semakin meningkat karena pada saat yang sama Korban yang juga penanggung jawab urusan pengungsi tidak mendaftarkan diri pada tersangka untuk meminta bantuan pemerintah. Akibatnya, tersangka menikam korban dengan pisau di bagian perut tanpa ada kontak, ”kata Rudy .

Korban Setelah ditusuk berkali-kali oleh tersangka, terlihat luka di bagian perut. Pengobatan, tetapi akhirnya meninggal.

Baca: Rapat Accord Point Exco PSSI: 18 Mei Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT LIB?

Rudy menjelaskan, tersangka akhirnya bisa ditangkap setelah kembali ke kampung halamannya pada Kamis (5/7/2020).

YT memberanikan diri pulang karena mengira kasusnya sudah ditutup. Tersangka dijerat Pasal 355 ayat 2, “Hukum Pidana” atau “Hukum Pidana” Pasal 351 ayat 3, hukuman maksimal 15 tahun penjara

Penulis: kontributor Banyumas Fadlan Mukhtar Zain

ini Artikel tersebut dimuat di Kompas. com, berjudul “Pembunuh Petugas Desa yang Ditangkap di Kebumen Setelah 6 Tahun Mengungsi”