Reporter Tribunnews.com Theresia Felisiani

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM – Pengadilan Negeri Pekanbaru kemarin, Riau Online mengadili 16 pelaku dari Kota Pekanbaru (PSBB). — Persidangan dipimpin oleh Setiono Pengadilan Negeri Pekanbaru di Mapolresta, Pekanbaru, dan juga memperkenalkan para terdakwa yang dikelola oleh Kepolisian Daerah Riau dan Kepolisian Pekanbaru.

Baca: “Baswedan Novel” bersaksi bahwa Pak Iriawan mengakui bahwa kasusnya tidak lulus – jaksa percaya bahwa mereka akan melanggar Pasal 216 KUHP dan Perwako Pekanbaru (tentang penerapan PSBB pada tahun 2020).

Karena gugatan tersebut Terkait dengan pelanggaran selama PSBB. Oleh karena itu, referensi ke Perwako tentang PSBB harus digabungkan, karena tidak menimbulkan ancaman hukuman. Oleh karena itu, diambil dari bagian 216 KUHP.

Jadi apa hasil dari penghakiman? Sunalto, kepala hubungan masyarakat di Departemen Kepolisian Provinsi Riau, mengatakan bahwa ada 15 terdakwa dalam kasus yang ditangani oleh Departemen Investigasi Kriminal Departemen Kepolisian Provinsi Riau. Rayakan pesta ulang tahun di ruang karaoke sambil minum alkohol pada 10 April 2020.

Putusan pengadilan menyatakan bahwa terdakwa FRM dijatuhi hukuman dua bulan penjara atau didenda 3 juta rupiah karena menciptakan massa.