Luhur Pambudi / SuryaMalang.com

Surabaya TRIBUNNEWS.COM-Puguh TA (35) berpura-pura menjadi pesulap ketika Wonocolo menipu korban di Surabaya, Jawa Timur. Menjadi seorang pesulap, Anda dapat menemukan benda yang hilang.

Untuk mengurangi kemungkinan pencurian, tersangka meminta korban untuk tidur, dan kemudian membayangkan di mana ia kehilangan benda itu.

Membaca: Penjelasan tentang cahaya yang berkedip di langit di Yogyakarta pada Senin malam

Membaca: Kronologi Pameran Nakal Dukun Du Kuhn di Nganjuk: Darah di celana menjadi bukti

Membaca: Kronologi Penentuan dan pelecehan seksual siswa sekolah menengah di Pasuruan: dihipnotis dengan tepukan tangan – korban juga mematuhi permintaan tersangka kriminal. Segera setelah itu, korban tertidur.

Ketika korban sedang tidur, ayah seorang anak segera mengambil ponsel korban dan melarikan diri.

“Saya tidak menggunakan mantra, ini hanya alasan,” kata Puguh kepada SURYAMALANG.COM di halaman Wonocolo Mapolsek, Rabu (18 Maret 2020).

Pugu mengakui bahwa dia hanya bermain sekali.

“Saya juga tidak berencana untuk menjual ponsel,” katanya. Dia mengatakan bahwa karena mereka butuh uang untuk mencuri sepeda motor, mereka mencuri. “

Pada saat yang sama, kepala Departemen Kepolisian Wonocolo Masdawati Saragih mengatakan bahwa korban hanya melaporkan satu orang. Dia ditangkap,” kata Masdawati. // SuryaMalang)

Baca: Penjelasan petir menyambar di langit di Yogyakarta pada Senin malam

– Baca: Tahun-tahun berlalu dari pertunjukan dukun jelek oleh Nganjuk: Noda darah di celana menjadi bukti– –Baca: Urutan kronologis perilaku siswa sekolah menengah dan pelecehan seksual di Pasuruan: dihipnotis dengan dipukul di bahu

Artikel ini diterbitkan di suryamalang.com, berjudul “Berpura-pura” menjadi dukun shakti (Sakti) ), korban mengungkapkan penyebab pria busuk di Surabaya saat tidur, https: //suryamalang.tribunnews.com/2020/03/18/ngaku-as-dukun-sakti-akal-busuk-pria -surabaya-ini- ter mengungkapkan bahwa korban tidur-mo sedang berbohong.