TRIBUNNEWS.COM-Anggota DPRD asal Medan bersaing ketat dengan polisi untuk memperebutkan seorang pasien yang meninggal dunia akibat virus corona (PDP).

Tak hanya itu, anggota DPRD bahkan tertantang menelan virus corona.

Tribunmedan.com, Anggota DPRD Medan Edi Saputra (Edi Saputra) dan sengketa polisi menyita perhatian masyarakat. Saat berkunjung ke rumah PDP Covid-19, ia berada pada Senin. (2020/3/3) RSUD Medan Madan meninggal dunia. Rekan politikus PAN Edi Saputra (Edi Saputra).

Suasana hati Edi Saputra mencapai puncaknya ketika polisi melarang orang mati dibunuh. Dan regulasi itu diberlakukan pada PDP. Untuk itu, Polda Medan meminta agar jenazah segera dikuburkan tanpa harus dikubur di aula ritual terlebih dahulu.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona kepada pelayat. — Baca: Idham Azis Ungkap Status Kesehatan Menu Polri Hadapi Corona Bacaan: Komen Dagli Keluarkan Pedoman Umum Pemerintah Daerah Tanggapi Pandemi Corona-Tapi Eddie Tharp Terra bahkan tidak menanggapi panggilan polisi, bahkan mengancam akan menuntut polisi.

“Adikku salah pendekatan, kemudian adikku mengajukan gugatan,” ucap Edi Saputra sambil menunjuk salah seorang anggota Polsek.

halaman 2