Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Selama memiliki kesempatan yang sama, orang Papua memiliki kemampuan yang sama dengan orang lain. Meki Nawipa, Bupati Panay, mengatakan Gubernur Papua telah mengirimkan anak-anak Papua yang paling muda untuk belajar, sehingga setelah pulang kampung bisa membangun tidak hanya Papua tapi juga Indonesia. Anak muda Papua belajar di Rusia, Eropa, dan Amerika Serikat di Selandia Baru, dan kami bekerja dari hulu ke hilir. Berbicara tentang pendidikan tidak hanya pintar dan bodoh, tetapi juga menghasilkan sumber daya manusia yang jujur ​​dan dapat dipercaya, kami coba rangkum menjadi satu. “Ciptakan peran yang bisa ditampilkan Indonesia, karena Papua bisa memimpin,” kata Metan Nawipa dalam diskusi tematik Kepemimpinan Papua dalam pembangunan Indonesia dilansir Kontan, Selasa, 30 Juni 2018. Baca: Kemauan politik Chokovi untuk Papua perlu didukung. Suasana demokrasi yang baik-Maki menegaskan bahwa selama anak-anak Papua memanfaatkan kesempatan ini untuk memperbaiki diri, mereka selalu memiliki kesempatan untuk berkontribusi bagi Indonesia . Oleh karena itu, pemerintah daerah terus mendorong pembenahan sumber daya manusia — menurut Maki, yang paling mendekati adalah mengirimkan 10 pemuda Papua untuk belajar di Amerika Serikat. -Bagi dia, itu akan menjadi harga dirinya. Orang Papua mampu berprestasi di luar negeri, Jakarta dan tempat lainnya. Kembali agar tidak kembali ke Papua bukanlah soal kontribusi positif.

Dia mengundang anak muda Papua dan pemuda Indonesia lainnya, pemimpin, tidak harus pegawai negeri (PNS), tapi pengusaha. Oleh karena itu, ia juga memberikan dukungan penting kepada anak muda Papua yang ingin berbisnis di daerah tersebut. Apalagi tahun depan ia ingin menjadikan Paniai sebagai pusat kopi.