TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-PT Jasa Marga saat ini berupaya mendapatkan sertifikasi jalan tol hijau untuk semua jalan tol di Indonesia yang dikelola oleh PT Jasa Marga.

Sertifikasi Green Toll 1 dipegang oleh Kementerian Infrastruktur dan Fasilitas Hijau Indonesia (Green Infrastructure and Facilities Indonesia). Dewan Produk Hijau Indonesia (GPCI).

Salah satu langkah yang telah diambil adalah menanam pohon dan menghijau tepi jalan tol.

Sasaran penanaman 42.000 pohon pada akhir 2020. Hingga 1 Maret 2020, yang merupakan peringatan ke-42 PT Jasa Marga, sekitar 24.000 pohon telah ditanam di semua jalan tol yang dikelola oleh PT Jasa Marga. plus.

“Ini adalah bagian dari upaya untuk meningkatkan penyediaan layanan kepada pengguna jalan dengan menciptakan lingkungan jalan tol,” Sekretaris Jenderal Jasa Marga Agus Setiawan (Agus Setiawan) baru-baru ini berbicara kepada Kompas. com mengatakan dalam sebuah pernyataan tertulis. – Jalan tol yang saat ini dikelola oleh PT Jasa Marga Green telah disertifikasi sebagai jalan tol Purbaleunyi (Purwakarta-Bandung-Cileunyi).

Membaca: Untuk memudahkan penyebaran virus korona, Jasa Marga mengambil semua tindakan pencegahan untuk beristirahat di jalan tol.

Membaca: Vaksin Corona ditemukan, dan 45 sukarelawan akan menjadi subjek uji coba

Membaca: Vanessa Angel ditangkap dan polisi menemukan 20 pil obat-obatan psikotropika

Membaca: Berhasil disembuhkan, pasien 03 meminta disiplin untuk belajar minum air dan mencuci tangan secara rutin ke

Di area istirahat Km 88B (menuju Jakarta) Purbaleunyi Pada hari sebelumnya, 42 tanaman langka dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dikirim dan ditanam di Jasa Marga. — 42 jenis tanaman langka ditanam di rest area Km 88B di bawah pengelolaan anak perusahaan Jasa Marga dari bisnis terkait PT Jasamarga (JMRB).

“Kami telah menyiapkan jalan tol bersertifikasi hijau untuk jalan tol Jasa Marga lainnya setelah Pandaan-Pandaan. Argus mengatakan:” Jalan tol Malang dan Gabon-Pandaan sudah dimasukkan. “- Pohon langka yang ditanam adalah pohon Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Beberapa di antaranya adalah Kayu Besi (Eusideroxylon zwageri), merbau (KOHU), masoi (Cryptocarya massoia), keruing (Dipterocarpus de retusus) ), meranti (Shorea sp), saninten (Castanopsis argentea (Bl.), cendana (dipterocarpus retusus) meranti (Shorea sp), saninten (Castanopsis argentea (Bl.), cendana (dipterocarpus retusus), meranti (Shorea sp) , Saninten (Castanopsis argentea (Bl.) Santalum album) dan cempaka putih (Magnolia) alba (DC).